Evaluasi Context, Input, Process Dan Product Pada Kurikulum Terintegrasi Dan Kurikulum Tradisional Studi Kasus Pada Kelompok Mata Kuliah Wajib Dan Komunikasi Pada Mahasiswa Program Studi Diploma IV Kebidanan UNPAD Dan AKBID YPSDMI Garut

editor journal

Abstract


Tenaga bidan yang berkualitas dihasilkan oleh Institusi Kebidanan yang dikelola dengan memperhatikan perkembangan ilmu  pengetahuan, teknologi dan regulasi. Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan Kebidanan sebagian besar menggunakan kurikulum tradisional yang bersifat transfer pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk memperbaiki keadaan tersebut yaitu dengan menyelenggarakan kurikulum terintegrasi yang akan mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan meningkatkan wawasan mahasiswa dalam melakukan analisa kasus.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Komponen Konteks, Input, Proses dan Produk pada Kurikulum Terintegrasi dan Kurikulum Tradisional. Studi Kasus Pada Kelompok Mata Kuliah Wajib ( Blok Humanities) dan Mata Kuliah Komunikasi (Blok BCS) Pada Mahasiswa Kebidanan Prodi D.IV Kebidanan UNPAD dan AKBID YPSDMI Garut.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan paradigma naturalistik. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap  informan pada kedua institusi. Analisis data meliputi penyusunan transkripsi wawancara mendalam, reduksi, melakukan koding, kategorisasi dan penyusunan Thick Description. Proses evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product).

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada evaluasi komponen context, input, process dan product pada kurikulum terintegrasi yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran telah berjalan dengan baik sesuai dengan pedoman pelaksanaan kurikulum terintegrasi yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi komponen context, input, process dan product pada kurikulum tradisional yang diselenggarakan di Akbid YPSDMI Garut belum dapat berjalan dengan baik. Analisis multi site  yang didapatkan dari penelitian ini adalah baik pada pelaksanaan kurikulum terintegrasi maupun kurikulum tradisional, terdapat perbedaan pada komponen produk yang dihasilkan. Kurikulum terintegrasi menghasilkan produk yang jauh lebih baik, karena kompetensi yang dimiliki mahasiswa dapat terukur secara langsung pada waktu yang bersamaan meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, sedangkan pada kurikulum terintegrasi, kompetensi mahasiswa lebih menonjol pada aspek kognitif. Adapun aspek kompetensi afektif dan psikomotorik, dapat terukur dalam waktu yang terpisah.

Simpulan dalam penelitian ini adalah, kurikulum terintegrasi menghasilkan produk pembelajaran yang lebih baik yang dapat terlihat dari kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa kebidanan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 midwifery scientific journal

VIew My Stats Jurnal Kebidanan by http://ejournal.akbidypsdmi.ac.id/index.php/index/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.